Sosialisasi

KPU KABUPATEN KUTAI TIMUR TERIMA UNDANGAN NARASUMBER KEGIATAN SOSIALISASI PENDIDIKAN POLITIK NETRALITAS APARATUR DESA

#TemanPemilih, pada hari ini Senin (13/11) anggota KPU Kabupaten Kutai Timur hadir menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Politik Netralitas Aparatur Desa "Mencegah Penyalahgunaan Wewenang Aparatur Desa pada Pemilu Serentak Tahun 2024" yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Kutai Timur. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Hotel Royal Victoria, Sangatta. Kegiatan yang berjalan lebih dari 2 (dua) jam tersebut dihadiri oleh seluruh kepala desa/lurah se-Kabupaten Kutai Timur yang tersebar di 139 (seratus tiga puluh sembilan) desa dan 2 (dua) kelurahan. Dalam paparannya anggota KPU Kabupaten Kutai Timur Handoko mengatakan bahwa kepala desa maupun lurah memiliki peranan penting dalam menyukseskan Pemilu Serentak Tahun 2024. Oleh sebab itu harus menjaga netralitas dalam pemilu maupun pilkada sebagaimana yang diatur undang-undang (UU).  Handoko menyampaikan kurang lebih 2 (dua) minggu mendatang sudah masuk masa kampanye Pemilu 2024. "Kurang 2 (dua) minggu lagi atau pastinya tanggal 28 November sudah masuk masa kampanye yang merupakan masa-masa rawan hingga tiga hari sebelum pencoblosan atau tiga hari sebelum 14 Februari 2024 (masa tenang 11-13 Februari)," kata Handoko Handoko mengingatkan jangan sampai netralitas kepala desa/lurah dipersoalkan oleh bawaslu yang memiliki kewenangan dalam pengawasan pemilu. Termasuk di dunia maya atau media sosial. Dia mengatakan kepala desa/lurah juga harus berperan dalam mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu. Hal ini agar partisipasi masyarakat di Pemilu mencapai target. Diketahui, pemilu yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Februari 2024 mendatang, KPU menargetkan angka partisipasi pemilih 79,5%. "Kalau kita bisa bersinergi dengan baik, ini akan tercapai. Kenapa harus tinggi, supaya legitimasi pemimpin yang terpilih itu tinggi, makanya bagus kalau banyak yang datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya," pungkasnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati/yang mewakili, Kepala Badan Kesbangpol Kutai Timur beserta jajaran, Kadis DPMPD, Kapolres Kutai Timur, Dandim Kutai Timur, Danlanal Kutai Timur, Bawaslu Kutai Timur, dan Camat Sangatta Utara. #KPUMelayani #PemiluSerentak2024 #KPUKutim

Tantangan Era Digital, KPU Selenggarakan Rakornas Kehumasan Secara Hibrid

Bogor – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Rabu 27 Oktober 2021. Webinar Rakornas PPID dan Workshop Kehumasan KPU Tahun 2021 baru saja digelar. Acara yang dihelat  di Bogor, Jawa Barat secara hibrid berjalan selama 3 (tiga) hari berturut-turut, yakni mulai tanggal 27 Oktober 2021 s.d. 29 Oktober 2021 dengan diikuti oleh ketua dan anggota KPU/KIP Provinsi, ketua dan anggota KPU/KIP kabupaten/Kota se-Indonesia yang membidangi Divisi Sosdiklih, SDM, dan Parmas beserta jajaran terkait. Hadir membuka acara Plh Ketua KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dengan didampingi oleh Anggota KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi dan Arief Budiman (daring), Rabu (27/10). Turut hadir pula Deputi Bidang Dukungan Teknis Eberta Kawima, Deputi Bidang Administrasi Purwoto Ruslan Hidayat, Kepala Biro Partisipasi Hubungan Masyarakat Cahyo Ariawan, Kepala Biro Advokasi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Sigit Joyo Wardono, Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan Pemilu Megia Carolina Van Harling, dan Kepala Biro Perencanaan Suryadi. Pada hari pertama berlangsung Dewa menyampaikan kehumasan KPU memiliki peranan penting dalam menyampaikan informasi kepada publik di era digital ini.  Seiring dengan perkembangan global, media informasi telah beralih dari konvensional menjadi digital. Televisi, koran dan radio sudah tidak menjadi sumber informasi utama, orang sudah beralih kepada internet yang terbukti lebih update, cepat, dan praktis. “Ada poin-poin penting yang perlu kita garisbawahi mengingat KPU sebagai penyelenggara pemilu maupun pemilihan tentu salah satu kewajibannya adalah bagaimana menyampaikan informasi tentang kepemiluan dan tahapan itu kepada publik.” Ujar Dewa (27/10) Dewa juga menambahkan bahwa pelayanan dan keterbukaan KPU dalam menyampaikan informasi menjadi prioritas utama, mengingat banyaknya masyarakat maupun stake holder yang ingin tahu seputar kepemiluan. Oleh sebab itu KPU sebagai penyelenggara harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. “Oleh karena sedemikian pentingnya informasi dan juga keterbukaan KPU dan juga sedemikian banyaknya masyarakat dan stake holder yang mesti diberikan pelayanan, maka tentu kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.” Tambah Dewa (27/10)

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Kutai Timur Gelar Sosialisasi ke Pemilih Pemula

SANGATTA – Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) Kutai Timur, 9 Desember 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Timur menggelar sosialisasi peningkatan partisipasi masyarakat pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kutim, Selasa (10/11/2020). Menghadirkan narasumber Ketua KPU Kutai Timur, Ulfa Jamiatul Farida, Ketua Bawaslu Kutim, Andi Mappasiling dan Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Timur, Sulistiyowati, kegiatan ini diikuti beberapa komunitas, organisasi kepemudaan, mahasiswa serta pelajar SMA sebagai pemilih pemula. Dalam paparannya, Ulfa menjelaskan tentang apa itu Pilkada, manfaatnya hingga beberapa stigma negatif yang muncul dalam ajang Pilkada. “Ada kewajiban yang harus dijalankan sesama pemilih maupun kontestan dalam setiap pesta demokrasi. Yaitu, saling menghormati hak orang lain. Kami pun sebagai penyelenggara juga harus berhati-hati dalam menghadapi permasalahan yang kerap muncul. Seperti ketika tidak terpenuhi hak-hak dalam DPT. Alasannya dan solusinya harus dijelaskan,” ungkapnya. Kutai Timur, kata Ulfa pernah mengalami rendahnya jumlah pemilih. Yakni dalam Pilkada Kutai Timur tahun 2015 lalu. Namun, partisipasi pemilih pada Pilpres lalu lumayan. Karena mencapai 73,8 persen. “Sehingga dengan kegiatan sosialisasi sekaligus mengajak semua pemilih hak pilih, untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada nanti. Termasuk para pelajar dan pensiunan TNI/Polri yang merupakan pemilih pemula,” kata Ulfa. Sementara, Ketua Bawaslu Kutim, Andi Mappasiling menjelaskan tentang fungsi Pilkada yang merupakan instrument pergantian kepemimpinan politik secara regular, damai dan partisipasi. Sudah seharusnya, ada reward dan punishment kalau pemimpin gagal. Kalau dianggap gagal jangan pilih lagi. “Mari kita tidak hanya jadi pemilih, tapi juga ikut mengawasi jalannya Pilkada. Apa saja yang diawasi, politik uang dalam masa kampanye seperti sekarang, masa tenang dan pelanggaran lainnya. Karen semua pelanggaran berpotensi pidana,” ujar Andi. Senada, Kajari Kutim, Sulistiyowati juga mengajak para pemilih pemula, anggota organisasi kepemudaan, pelajar dan organisasi wanita, agar mempergunakan hak suara dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai golput. Selain itu, tetap menaati protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan tetap menggunakan masker. “Jangan sampai melakukan perbuatan pidana. Seperti berdemo yang anarkis, memaksakan kehendak dalam memilih. Jaga diri, jaga kode etik dan jaga hati orang tua. Karena satu kali bermasalah pidana, selamanya tercatat pada SKCK,” kata Sulistiyowati. Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Ingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Kutai Timur Gelar Sosialisasi ke Pemilih Pemula. Penulis: Margaret Sarita | Editor: Samir Paturusi

KPU Kutim Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di SMA Negeri 2 Sangatta Utara

#TemanPemilih, Hari ini Selasa (13/9) KPU Kabupaten Kutai Timur melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 2 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan yang berlangsung kurang lebih selama 2 (dua) jam ini diikuti oleh siswa dan siswi kelas X SMAN 2 Sangatta Utara. Dalam paparannya Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, SDM dan Partisipasi Masyarakat Handoko mengajak siswa-siswi yang hadir untuk berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024, yakni dengan menjadi pemilih cerdas. Selain untuk menunjang suksesnya pemilu, kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk sinergitas KPU dengan SMAN 2 Sangatta Utara atas terselenggaranya Pilot Project Pelajar Pancasila. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Hasan Basri. Lebih lanjut Hasan Basri memberikan arahan kepada para murid yang hadir untuk mendaftarkan diri sebagai pemilih bagi yang sudah memiliki KTP Elektronik.  Kegiatan tersebut ditutup dengan arahan Dewan Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Darni dengan mengajak para murid untuk turut serta menyukseskan terlaksananya pesta demokrasi yang ada di Kabupaten Kutai Timur. #KPUMelayani #PemiluSerentak2024 #KPUKutim    

Populer

Belum ada data.