Bogor – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Rabu 27 Oktober 2021. Webinar Rakornas PPID dan Workshop Kehumasan KPU Tahun 2021 baru saja digelar. Acara yang dihelat di Bogor, Jawa Barat secara hibrid berjalan selama 3 (tiga) hari berturut-turut, yakni mulai tanggal 27 Oktober 2021 s.d. 29 Oktober 2021 dengan diikuti oleh ketua dan anggota KPU/KIP Provinsi, ketua dan anggota KPU/KIP kabupaten/Kota se-Indonesia yang membidangi Divisi Sosdiklih, SDM, dan Parmas beserta jajaran terkait. Hadir membuka acara Plh Ketua KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dengan didampingi oleh Anggota KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi dan Arief Budiman (daring), Rabu (27/10). Turut hadir pula Deputi Bidang Dukungan Teknis Eberta Kawima, Deputi Bidang Administrasi Purwoto Ruslan Hidayat, Kepala Biro Partisipasi Hubungan Masyarakat Cahyo Ariawan, Kepala Biro Advokasi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Sigit Joyo Wardono, Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan Pemilu Megia Carolina Van Harling, dan Kepala Biro Perencanaan Suryadi. Pada hari pertama berlangsung Dewa menyampaikan kehumasan KPU memiliki peranan penting dalam menyampaikan informasi kepada publik di era digital ini. Seiring dengan perkembangan global, media informasi telah beralih dari konvensional menjadi digital. Televisi, koran dan radio sudah tidak menjadi sumber informasi utama, orang sudah beralih kepada internet yang terbukti lebih update, cepat, dan praktis. “Ada poin-poin penting yang perlu kita garisbawahi mengingat KPU sebagai penyelenggara pemilu maupun pemilihan tentu salah satu kewajibannya adalah bagaimana menyampaikan informasi tentang kepemiluan dan tahapan itu kepada publik.” Ujar Dewa (27/10) Dewa juga menambahkan bahwa pelayanan dan keterbukaan KPU dalam menyampaikan informasi menjadi prioritas utama, mengingat banyaknya masyarakat maupun stake holder yang ingin tahu seputar kepemiluan. Oleh sebab itu KPU sebagai penyelenggara harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. “Oleh karena sedemikian pentingnya informasi dan juga keterbukaan KPU dan juga sedemikian banyaknya masyarakat dan stake holder yang mesti diberikan pelayanan, maka tentu kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.” Tambah Dewa (27/10)